Kamis, 22 Januari 2026

3 Pembelajaran Tauhid dalam Kisah Nabi Ibrahim

 

AdvertisementAdvertisement

[

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن

أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً، فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam, yang dengan kasih sayang-Nya kita diberi kehidupan, petunjuk, serta kesempatan untuk senantiasa memperbaiki diri.

Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi tanpa cela, yang mengatur segala sesuatu dengan hikmah dan ketetapan yang sempurna. Kepada-Nya lah kita menyembah, dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.

Shalawat serta salam kita haturkan kepada nabi terakhir, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang telah menyampaikan risalah tauhid dengan penuh kesabaran dan perjuangan. Melalui beliau, umat manusia diajak untuk meninggalkan segala bentuk kesyirikan dan kembali kepada fitrah keesaan Allah yang suci.

Tauhid adalah inti dari seluruh ajaran Islam, fondasi dari iman, dan pembeda antara keimanan dan kekafiran. Namun, betapa seringnya lidah mengucap Laa ilaaha illallah, tetapi hati dan amal kita belum benar-benar mencerminkan keikhlasan dalam mengesakan Allah.

Mari kita membuka hati untuk menyelami kembali makna tauhid dalam kehidupan kita.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Nabi Ibrahim adalah satu dari sekian nabi yang namanya tertera dalam Al-Qur’an. Terdapat sebanyak 69 kali nama Ibrahim disebutkan. Bahkan Ibrahim menjadi nama surat Al-qur’an yang ke 14.

Beliau bahkan diceritakan dalam beberapa surat seperti al-Baqarah, Al-An’am, Maryam, Al-Anbiya dan surat lainnya. Ini menandakan bahwa Ibrahim merupakan sosok penting untuk dijadikan teladan dalam kehidupan.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kita akan menelaah pelajaran tauhid dari nabi Ibrahim untuk dijadikan teladan dalam hidup.

Pertama, Pengenalan tauhid sejak dini.

Ibrahim sejak muda selalu bertanya dalam diri tentang siapa yang menciptakannya, siapa Tuhannya. Ibrahim kecil menyadari bahwa ada kekuatan yang maha kuasa yang mengatur segala yang terjadi di dunia ini.

Ibrahim tidak diam menerima begitu saja Tuhan yang akan dia sembah, apalagi Tuhan yang disembah oleh masyarakat adalah buatan ayahnya. Maka Ibrahim mengobservasi alam seperti bintang, bulan, dan matahari. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur’an surah Al-An’am ayat 76:

… فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي

“Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) berkata: ‘Inikah Tuhanku?’…”

Pembelajaran dari surat Al An’am tersebut bahwa proses bertauhid atau untuk sampai pada keyakinan kepada Allah Ta’ala harus diawali dengan proses berfikir.

Maka pelajaran bagi kita untuk diajarkan kepada anak atau anak didik yaitu sejak dini mengenalkan mereka tentang Alah Ta’ala.

Imam Ibnu Qayyim dalam kitab Tuhfatul Maudud, berkata: “Ibrahim kecil menggunakan akalnya untuk mengenal Rabb-nya”.

Inilah yang diajarkan Allah Ta’ala dalam ayat yang pertama turun yaitu “iqra’ bismirabbikalladzi khalaq”, bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Kedua, keteguhan dalam mentauhidkan Allah.

Nabi Ibrahim yang mengenal Tuhannya dengan proses membaca dan penalaran yang panjang telah membentuk sikap yang kuat dan istiqamah akan keyakinannya.

Bagaimana Nabi Ibrahim menentang penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaumnya, termasuk ayahnya sendiri. Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an surah Az-Zukhruf ayat 26-27:

إِنَّنِي بَرَاءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ . إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي

“Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah, kecuali (Allah) yang menciptakanku”

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam Kitab Tauhid menegaskan bahwa kisah Ibrahim menghancurkan berhala adalah pelajaran abadi tentang wajibnya mengingkari syirik, meski harus bertentangan dengan orang tua dan masyarakat.

Ibrahim menyadari bahwa apa yang mereka sembah bukanlah Tuhan yang maha kuasa atas segala sesuatu, tapi justru ciptaan manusia itu sendiri.

Keberanian menyampaikan kebenaran meski bertentangan dengan tradisi masyarakt. Ibrahim sedang mengajarkan kepada kita untuk hanya takut kepada Allah Ta’ala, bukan manusia ciptaan-Nya.

Itulah yang hilang hari ini, keberanian untuk menyampaikan kebenaran karena takut pada manusia, takut kehilangan jabatan dan pekerjaan.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Yang Ketiga, adalah pelajaran tentang ujian keimanan dan konsekuensi Tauhid.

Mengenal Allah dan meyakini akan kebenarannya dan berani berdiri tegak di jalan kebenaran akan mendapatkan ujian dan tantangan.

Nabi Ibrahim mendapati dirinya dibakar hidup-hidup karena keberaniannya menghancurkan berhala.

Keberanian untuk berkata dan bertindak benar akan diuji apakah dipenjara, dihukum kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya. Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar”

Allah Ta’ala tidak akan membiarkan orang yang beriman, orang yang telah berani tegak dalam kebenaran dan ketauhidannya kepada Allah.

Allah Ta’ala mengirimkan kabar gembira kepada mereka akan kesabarannya dalam jalan kebenaran.

Kesabarannya tidak takut kepada manusia dengan segala jabatan dan kekuasaan yang mereka miliki. Sebagaimana Ibrahim diberi kabar gembira dan pertolongan oleh Allah Ta’ala, sebagaimana dinukil Al Qur’anul Karim dalam surah Al-Anbiya ayat 69:

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

“Kami berfirman: ‘Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim!'”

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah

Nabiullah Ibrahim telah mengajarkan kepada kita bahwa ketauhidan kepada Allah Ta’ala harus dibangun dengan satu kesadaran melalui optimalisasi potensi fikir yang kita miliki.

Bahwa, keimanan yang telah tumbuh subur dalam diri harus melahirkan sikap memproteksi diri dari nilai dan keyakinan keyakinan yang tidak sejalan dengan perintah Allah Ta’ala.

Lebih dari itu, dibutuhkan keberanian untuk menegakkan kebenaran dan ketauhidan meski konsekuensinya akan mendapat perlakuan yang tidak pantas; tapi Allah menggaransi akan memberikan kemuliaan pada mereka yang tegak di jalan kebenaran.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

Do’a Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(Untuk mengunduh naskah ini ke

Minggu, 04 Januari 2026

5 PESAN AHLUSSUNNAHWALJAMAAH

 Ada lima pesan penting yang perlu kita pegang:

Pertama, Tauhid sebagai inti agama. Ahlus Sunnah menegaskan bahwa awal dan akhir agama adalah tauhid. Inilah makna syahadat lā ilāha illallāh, Muhammad rasūlullāh.

Semua nabi diutus dengan risalah ini, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surah Al Anbiya ayat 25:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Nabi Muhammad), melainkan Kami mewahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku.”

Sebagai seorang muslim, kita harus memahami bahwa tauhid bukan hanya sekadar teori, tetapi juga harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Kedua, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Mereka adalah generasi teladan. Ahlus Sunnah berpegang pada Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para sahabat.

Dalam dunia akademis, kita perlu meneladani sikap kritis dan integritas yang ditunjukkan oleh para sahabat dalam mencari kebenaran.

Ketiga, menjaga keseimbangan antara ilmu dan amal. Ilmu adalah cahaya, amal adalah buahnya. Ahlus Sunnah tidak cukup dengan wacana, tetapi menuntut pengamalan nyata dalam ibadah, muamalah, dan akhlak.

Kita sebagai muslim harus mengintegrasikan ilmu yang kita peroleh dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keempat, menjaga persatuan kaum muslimin. Persatuan di atas kebenaran adalah prinsip utama. Perbedaan tidak boleh menjerumuskan kepada perpecahan.

Allah berfirman dalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 103 yang menyerukan kita untuk berpegang teguh pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai berai.

Dalam konteks akademik, kita harus menghargai perbedaan pendapat dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Kelima, mengutamakan keikhlasan dan memperbaiki hati. Ahlus Sunnah menekankan bahwa amal tidak bernilai tanpa ikhlas. Ibn Taimiyyah menyebut: “Awal dan akhir agama adalah ikhlas kepada Allah.”

Dalam setiap langkah kita, niatkanlah untuk mencari ridha Allah, bukan sekadar untuk mencapai gelar atau prestasi.

Kamis, 01 Januari 2026

5 agar beramal merasakan kenikmatan

 Berikut **5 cara agar beramal terasa nikmat (manis) dalam Islam**, **disertai ayat Al-Qur’an dan penjelasan yang komplit**:

 1. **Ikhlas karena Allah semata**

> وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

> *“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”*

> (QS. Al-Bayyinah: 5)


📝 **Penjelasan:**

Ikhlas adalah **kunci utama kenikmatan amal**. Amal yang dilakukan bukan karena pujian, harta, atau manusia akan terasa ringan dan menenangkan. Sebaliknya, riya’ membuat amal terasa berat dan melelahkan karena selalu menunggu pengakuan orang lain.


✨ **Nikmatnya:** hati tenang, tidak kecewa meski tidak dipuji.

 2. **Beramal dengan ilmu**

Ayat:**


> قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

> *“Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”*

> (QS. Az-Zumar: 9)

📝 **Penjelasan:**

Amal yang disertai ilmu membuat seseorang **paham tujuan, tata cara, dan keutamaannya**. Orang yang tahu pahala shalat, sedekah, atau puasa akan merasakan kelezatan batin saat melakukannya.

✨ **Nikmatnya:** amal dilakukan dengan yakin, tidak ragu, dan penuh semangat.

 3. **Mengingat balasan dan pahala dari Allah**

**Ayat:**


> فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

> *“Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).”*

> (QS. Az-Zalzalah: 7)


📝 **Penjelasan:**

Ketika seseorang yakin bahwa **tidak ada amal yang sia-sia**, sekecil apa pun, maka amal akan terasa bernilai dan menyenangkan. Bahkan amal kecil terasa besar di sisi Allah.


✨ **Nikmatnya:** muncul harapan, optimisme, dan semangat beramal.


## 4. **Bersabar dan istiqamah dalam amal**

📖 **Ayat:**

> إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

> *“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”*

> (QS. Al-Baqarah: 153)

📝 **Penjelasan:**

Di awal beramal, terkadang terasa berat. Namun dengan **sabar dan konsisten**, Allah akan memberikan kelezatan iman. Banyak ulama mengatakan: *“Jika hati sudah terbiasa taat, maka maksiat akan terasa pahit.”*

✨ **Nikmatnya:** amal menjadi kebiasaan yang dirindukan.

## 5. **Menghadirkan rasa cinta kepada Allah**

*Ayat:**


> وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ

> *“Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.”*

> (QS. Al-Baqarah: 165)

📝 **Penjelasan:**

Cinta melahirkan kenikmatan. Orang yang mencintai Allah akan **menikmati ketaatan**, sebagaimana seseorang menikmati sesuatu yang dicintainya. Shalat bukan beban, tetapi kebutuhan hati.


✨ **Nikmatnya:** ibadah menjadi sumber kebahagiaan, bukan keterpaksaan.


---


### 🌿 Kesimpulan


Agar amal terasa nikmat:


1. Ikhlas

2. Berilmu

3. Yakin pahala

4. Sabar & istiqamah

5. Cinta kepada Allah


Jika Anda ingin, saya bisa:


* Merangkum versi **singkat untuk ceramah**

* Menyusun **contoh praktis sehari-hari**

* Menambahkan **hadits pendukung**


Tinggal bilang 😊


Rabu, 31 Desember 2025

2 senjata ampuh saat menghadapi musibah menuru qur'an & hadits

 Berikut **penjelasan lengkap** yang bisa digunakan sebagai **materi ceramah atau kajian**:


---


## **RAHASIA SABAR DAN SHOLAT SEBAGAI PENOLONG**


Sabar dan sholat adalah dua amalan agung yang Allah jadikan **penolong utama** bagi orang beriman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Keduanya bukan sekadar ibadah, tetapi **kekuatan ruhani** yang menenangkan hati, meneguhkan iman, dan mendatangkan pertolongan Allah.


---


## **DALIL AL-QUR’AN TENTANG SABAR DAN SHOLAT**


### **1. Perintah Menjadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolong**


**Allah berfirman:**


> **يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ**

>

> *“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”*

> **(QS. Al-Baqarah: 153)**


**Penjelasan:**

Ayat ini menunjukkan bahwa **sabar dan sholat adalah jalan resmi pertolongan Allah**. Siapa yang menempuhnya, akan ditemani dan ditolong langsung oleh Allah ﷻ.


---


### **2. Sabar dan Sholat Terasa Berat Kecuali Bagi Orang Khusyuk**


> **وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ**

>

> *“Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat; dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”*

> **(QS. Al-Baqarah: 45)**


**Penjelasan:**

Orang yang tidak khusyuk akan merasa sholat itu berat. Namun bagi orang yang yakin kepada Allah, sholat justru menjadi **tempat mengadu dan sumber ketenangan**.


---


## **HADITS TENTANG SABAR DAN SHOLAT**


### **1. Sholat Sebagai Tempat Berlindung Nabi ﷺ**


> **كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى**

>

> *“Apabila Rasulullah ﷺ menghadapi suatu masalah, beliau segera melaksanakan sholat.”*

> **(HR. Abu Dawud)**


**Makna:**

Sholat adalah **pelarian terbaik dari masalah**, bukan lari dari masalah.


---


### **2. Keutamaan Sabar**


> **وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ**

>

> *“Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”*

> **(HR. Bukhari dan Muslim)**


**Makna:**

Sabar adalah **modal terbesar dalam hidup**, lebih berharga daripada harta dan kedudukan.


---


## **RAHASIA SABAR SEBAGAI PENOLONG**


### **1. Sabar Mengundang Kebersamaan Allah**


Allah tidak hanya menolong, tetapi **bersama** orang yang sabar.


> **إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ**

> *(QS. Al-Baqarah: 153)*


---


### **2. Sabar Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat**


Setiap kesulitan yang dihadapi dengan sabar akan bernilai pahala.


---


### **3. Sabar Menahan Emosi dan Kesalahan**


Dengan sabar, seseorang terhindar dari keputusan buruk saat emosi.


---


## **RAHASIA SHOLAT SEBAGAI PENOLONG**


### **1. Sholat Menenangkan Hati**


Sholat adalah **obat kegelisahan** dan penyejuk jiwa.


> **أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ**

> *(QS. Ar-Ra’d: 28)*


---


### **2. Sholat Menghubungkan Langsung dengan Allah**


Dalam sholat, seorang hamba berbicara langsung dengan Rabb-nya tanpa perantara.


---


### **3. Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar**


> **إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ**

> *(QS. Al-‘Ankabut: 45)*


---


## **KOMBINASI SABAR DAN SHOLAT**


Sabar adalah **kekuatan batin**, sedangkan sholat adalah **sumber kekuatan dari langit**.

Jika digabungkan:


* Sabar menahan diri

* Sholat menguatkan hati

* Pertolongan Allah pun datang


---


## **PENUTUP (KESIMPULAN CERAMAH)**


Barangsiapa:


* Bersabar saat diuji

* Menjaga sholat dalam setiap keadaan


Maka Allah akan:


* Menenangkan hatinya

* Menguatkan imannya

* Membukakan jalan keluar

* Memberi pertolongan yang tidak disangka-sangka


> **وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا**

> *(QS. Ath-Thalaq: 2)*


---


Jika Anda ingin, saya bisa:


* Meringkas menjadi **teks khutbah Jumat**

* Menerjemahkan seluruh materi ke **bahasa Arab berharakat**

* Menyusun versi **untuk anak SD atau remaja**


Silakan pilih.


5 BEKAL UNTUK DIBAWA MATI (PERSIAPKAN DIMASA HIDUP) MENURUT AL QUR'AN

1.Iman dan Takwa kepada Allah (TETAP DALAM KEISLAMAN SAMPAI MATI)**

**Ayat Al-Qur’an:**

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

*“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”*

> (QS. **Ali ‘Imran: 102**)

 Cara Mengamalkan:**

* Menjaga shalat lima waktu

* Menjauhi larangan Allah

* Memperbanyak doa dan dzikir


**Hikmah:**

* Hati menjadi tenang

* Hidup terarah dan selamat di akhirat


 2. **Amal Saleh**

**Ayat Al-Qur’an:**

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا

Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

> (QS. **Thaha: 112**)

 Cara Mengamalkan:**

* Berbuat baik kepada orang tua

* Menolong sesama

* Menjaga akhlak mulia


**Hikmah:**

* Mendapat pahala

* Menjadi penolong di alam kubur dan akhirat

 3. **Taubat yang Sungguh-sungguh**

**Ayat Al-Qur’an:**

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

> (QS. **An-Nur: 31**)

**Solusi / Cara Mengamalkan:**

* Menyesali dosa

* Berjanji tidak mengulanginya

* Memperbanyak istighfar


**Hikmah:**

* Dosa diampuni Allah

* Hati menjadi bersih

 4. **Ilmu yang Bermanfaat**


**Ayat Al-Qur’an:**

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ 

> *“Allah meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”*

> (QS. **Al-Mujadilah: 11**)


**Solusi / Cara Mengamalkan:**

* Belajar agama dengan sungguh-sungguh

* Mengamalkan ilmu

* Mengajarkan ilmu kepada orang lain


**Hikmah:**

* Hidup lebih bijak

* Pahala terus mengalir meski telah meninggal


5. **Sedekah dan Amal Jariyah**


**Ayat Al-Qur’an:**

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ

> *“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai.”*

> (QS. **Al-Baqarah: 261**)


**Solusi / Cara Mengamalkan:**

* Bersedekah secara rutin

* Membantu fakir miskin

* Wakaf dan infak


**Hikmah:**

* Harta menjadi berkah

* Pahala tidak terputus setelah kematian

### **Kesimpulan**


Kematian pasti datang, tetapi **bekal terbaik adalah iman, amal saleh, taubat, ilmu, dan sedekah**. Siapa yang mempersiapkannya sejak dini, maka ia akan beruntung di dunia dan akhirat.



Selasa, 11 November 2025

Rahasia dibalik musibah(Berbaik sangka pada-NYA


Kadang Allah memberi ujian bukan karena marah, tapi karena rindu mendengar doa hamba-Nya.

Musibah bukan selalu hukuman — bisa jadi cara Allah menghapus dosa, atau bahkan menaikkan derajat kita di sisi-Nya.

Jika engkau sabar, ridha, dan tetap husnuzan, maka setiap air mata dan kesakitanmu menjadi tangga menuju surga.


“Sesungguhnya seseorang memiliki kedudukan di sisi Allah yang tidak dapat dicapainya dengan amalnya, maka Allah menimpakan cobaan padanya...”

(HR. Abu Dawud)


Dalam Islam, musibah bukan hanya ujian, tapi juga bisa menjadi jalan untuk meninggikan derajat seorang hamba di sisi Allah.


Berikut penjelasannya 👇


🕊️ 1. Musibah sebagai penghapus dosa


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Tidaklah seorang Muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Artinya, setiap rasa sakit atau kesulitan bisa menjadi pembersih dosa.


🌸 2. Musibah untuk meninggikan derajat


Jika seseorang sudah sedikit dosanya, maka musibah yang datang bisa menjadi alat untuk menaikkan derajatnya di sisi Allah.


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Sesungguhnya seseorang memiliki kedudukan di sisi Allah yang tidak dapat dicapainya dengan amalnya, maka Allah terus menimpakan cobaan kepadanya pada tubuhnya, hartanya, atau anaknya hingga ia mencapai kedudukan itu.”

(HR. Abu Dawud, dinilai hasan oleh Al-Albani)


💡 Jadi, terkadang Allah menurunkan musibah bukan karena murka, tetapi karena cinta, agar hamba itu naik tingkat di surga.


🌿 3. Tanda kasih sayang Allah


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.”

(HR. Bukhari)


Musibah menjadi tanda bahwa Allah ingin menyucikan, memperkuat iman, dan meninggikan derajat hamba tersebut.


✨ Kesimpulan


● Musibah bisa menghapus dosa bagi yang banyak kesalahan.


● Bisa juga meninggikan derajat bagi yang dosanya sedikit.


● Semua itu adalah bentuk kasih sayang Allah, bukan kebencian.


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ

Allāhumma innā nasʾaluk(a) ḥubbak(a), wa ḥubba man yuḥibbuk(a), wa ḥubba ʿamalin yuqarribunā ilā ḥubbik.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cinta kepada-Mu, cinta kepada orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada amal yang mendekatkanku kepada cinta-Mu.”


📲 @IslamAdalahSunnah


•┈┈•••○○❁🌻🕌🌻❁○○•••┈┈•

Minggu, 21 September 2025

5 RESEP PENENANG HATI ARAB+INDONESIA



 Tentu, ini adalah resep-resep penenang hati yang sudah diharakati seluruhnya:

 

1. اَلْإِكْثَارُ مِنْ ذِكْرِ اللهِ وَتَذَكُّرِهِ

 

- اَلشَّرْحُ: اَلذِّكْرُ وَسِيْلَةٌ فَعَّالَةٌ لِتَهْدِئَةِ الْقَلْبِ. بِذِكْرِ اللهِ يَطْمَئِنُّ الْقَلْبُ وَيَسْكُنُ.

- اَلدَّلِيْلُ:

- اَلْقُرْآنُ، سُوْرَةُ الرَّعْدِ (13:28):

اَلَّذِيْنَ آمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

- اَلْحَدِيْثُ: عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

- نِقَاطٌ مُوْجَزَةٌ: اَلذِّكْرُ يُحْيِي الْقَلْبَ وَيُهَدِّئُهُ.

 

2. قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ وَتَدَبُّرُهُ

 

- اَلشَّرْحُ: اَلْقُرْآنُ شِفَاءٌ لِلْقُلُوْبِ الْمُضْطَرِبَةِ. قِرَاءَتُهُ وَتَدَبُّرُ مَعَانِيْهِ تَمْنَحُ السَّكِيْنَةَ وَالْهِدَايَةَ.

- اَلدَّلِيْلُ:

- اَلْقُرْآنُ، سُوْرَةُ الْإِسْرَاءِ (17:82):

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ۘ وَلَا يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إِلَّا خَسَارًا

- اَلْحَدِيْثُ: عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُوْلُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ

- نِقَاطٌ مُوْجَزَةٌ: اَلْقُرْآنُ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْقَلْبِ.

 

3. اَلصَّبْرُ وَالرِّضَا بِقَضَاءِ اللهِ

 

- اَلشَّرْحُ: اَلصَّبْرُ مِفْتَاحٌ لِمُوَاجَهَةِ صُعُوْبَاتِ الْحَيَاةِ. اَلرِّضَا بِقَضَاءِ اللهِ بِإِخْلَاصٍ يَجْلِبُ طُمَأْنِيْنَةَ الْقَلْبِ.

- اَلدَّلِيْلُ:

- اَلْقُرْآنُ، سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ (2:155-157):

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ ﴿١٥٦﴾ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ ﴿١٥٧﴾

- اَلْحَدِيْثُ: عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

- نِقَاطٌ مُوْجَزَةٌ: اَلصَّبْرُ وَالرِّضَا بِالْقَضَاءِ يَجْلِبَانِ الْخَيْرَ فِيْ كُلِّ حَالٍ.

 

4. اَلدُّعَاءُ وَطَلَبُ الْعَوْنِ مِنَ اللهِ

 

- اَلشَّرْحُ: اَلدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ. بِالدُّعَاءِ نَرْبِطُ أَنْفُسَنَا بِاللهِ وَنَسْأَلُهُ الْعَوْنَ.

- اَلدَّلِيْلُ:

- اَلْقُرْآنُ، سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ (2:186):

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيْبٌ ۖ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيْبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

- اَلْحَدِيْثُ: عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

اَلدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

- نِقَاطٌ مُوْجَزَةٌ: اَلدُّعَاءُ عِبَادَةٌ وَوَسِيْلَةٌ لِطَلَبِ الْعَوْنِ مِنَ اللهِ.

 

5. فِعْلُ الْخَيْرِ وَمُسَاعَدَةُ الْآخَرِيْنَ

 

- اَلشَّرْحُ: فِعْلُ الْخَيْرِ لِلْآخَرِيْنَ يَجْلِبُ السَّعَادَةَ وَطُمَأْنِيْنَةَ الْقَلْبِ. مُسَاعَدَةُ الْآخَرِيْنَ هِيَ مَظْهَرٌ مِنْ مَظَاهِرِ الشُّكْرِ لِلَّهِ.

- اَلدَّلِيْلُ:

- اَلْقُرْآنُ، سُوْرَةُ الرُّوْمِ (30:21):

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوْا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ

- اَلْحَدِيْثُ: عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ

- نِقَاطٌ مُوْجَزَةٌ: مُسَاعَدَةُ الْآخَرِيْنَ هِيَ مَظْهَرٌ مِنْ مَظَاهِرِ الشُّكْرِ وَتَجْلِبُ عَوْنَ اللهِ.

 

Semoga bermanfaat!

Tentu, ini 5 resep penenang hati berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis, beserta penjelasannya, terjemahan Arab, dan poin-poin ringkas:

 

1. Memperbanyak Zikir dan Mengingat Allah

 

- Penjelasan: Zikir adalah cara ampuh untuk menenangkan hati. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram dan damai.

- Dalil:

- Al-Qur'an, Surah Ar-Ra'd (13:28):

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

- Hadis: Dari Abu Musa RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

"Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan orang yang tidak mengingat Tuhannya seperti orang yang hidup dan orang yang mati." (HR. Bukhari)

- Poin Ringkas: Zikir membuat hati hidup dan tenang.

- Terjemahan Arab:

- الإكثار من ذكر الله وتذكره

- الشرح: الذكر وسيلة فعالة لتهدئة القلب. بذكر الله يطمئن القلب ويسكن.

- الدليل:

- القرآن، سورة الرعد (13:28):

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

- الحديث: عن أبي موسى رضي الله عنه، قال النبي محمد صلى الله عليه وسلم:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

- نقاط موجزة: الذكر يحيي القلب ويهدئه.

 

2. Membaca dan Merenungi Al-Qur'an

 

- Penjelasan: Al-Qur'an adalah obat bagi hati yang gelisah. Membaca dan merenungi maknanya memberikan ketenangan dan petunjuk.

- Dalil:

- Al-Qur'an, Surah Al-Isra' (17:82):

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۘ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."

- Hadis: Dari Abdullah bin Mas'ud RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf." (HR. Tirmidzi)

- Poin Ringkas: Al-Qur'an adalah obat dan rahmat bagi hati.

- Terjemahan Arab:

- قراءة القرآن وتدبره

- الشرح: القرآن شفاء للقلوب المضطربة. قراءته وتدبر معانيه تمنح السكينة والهداية.

- الدليل:

- القرآن، سورة الإسراء (17:82):

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۘ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

- الحديث: عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه، قال النبي محمد صلى الله عليه وسلم:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ

- نقاط موجزة: القرآن شفاء ورحمة للقلب.

 

3. Bersabar dan Menerima Takdir Allah

 

- Penjelasan: Sabar adalah kunci menghadapi cobaan hidup. Menerima takdir Allah dengan ikhlas membawa ketenangan hati.

- Dalil:

- Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah (2:155-157):

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿١٥٥﴾ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ ﴿١٥٦﴾ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

- Hadis: Dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya." (HR. Muslim)

- Poin Ringkas: Sabar dan menerima takdir membawa kebaikan dalam segala keadaan.

- Terjemahan Arab:

- الصبر والرضا بقضاء الله

- الشرح: الصبر مفتاح لمواجهة صعوبات الحياة. الرضا بقضاء الله بإخلاص يجلب طمأنينة القلب.

- الدليل:

- القرآن، سورة البقرة (2:155-157):

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿١٥٦﴾ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾

- الحديث: عن أنس بن مالك رضي الله عنه، قال النبي محمد صلى الله عليه وسلم:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

- نقاط موجزة: الصبر والرضا بالقضاء يجلبان الخير في كل حال.

 

4. Berdoa dan Memohon Pertolongan kepada Allah

 

- Penjelasan: Doa adalah senjata orang mukmin. Dengan berdoa, kita menghubungkan diri dengan Allah dan memohon pertolongan-Nya.

- Dalil:

- Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah (2:186):

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

- Hadis: Dari An-Nu'man bin Basyir RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

"Doa itu adalah ibadah." (HR. Tirmidzi)

- Poin Ringkas: Doa adalah ibadah dan sarana memohon pertolongan Allah.

- Terjemahan Arab:

- الدعاء وطلب العون من الله

- الشرح: الدعاء سلاح المؤمن. بالدعاء نربط أنفسنا بالله ونسأله العون.

- الدليل:

- القرآن، سورة البقرة (2:186):

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

- الحديث: عن النعمان بن بشير رضي الله عنه، قال النبي محمد صلى الله عليه وسلم:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

- نقاط موجزة: الدعاء عبادة ووسيلة لطلب العون من الله.

 

5. Berbuat Baik dan Membantu Sesama

 

- Penjelasan: Berbuat baik kepada orang lain membawa kebahagiaan dan ketenangan hati. Membantu sesama adalah wujud syukur kepada Allah.

- Dalil:

- Al-Qur'an, Surah Ar-Rum (30:21):

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

- Hadis: Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

"Siapa yang menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, Allah akan menghilangkan kesusahannya di hari kiamat. Siapa yang memudahkan urusan orang yang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim)

- Poin Ringkas: Menolong sesama adalah wujud syukur dan mendatangkan pertolongan Allah.

- Terjemahan Arab:

- فعل الخير ومساعدة الآخرين

- الشرح: فعل الخير للآخرين يجلب السعادة وطمأنينة القلب. مساعدة الآخرين هي مظهر من مظاهر الشكر لله.

- الدليل:

- القرآن، سورة الروم (30:21):

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

- الحديث: عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال النبي محمد صلى الله عليه وسلم:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

- نقاط موجزة: مساعدة الآخرين هي مظهر من مظاهر الشكر وتجلب عون الله.

 

Semoga resep-resep ini bermanfaat dan membawa ketenangan hati bagi Anda.

Minggu, 06 Juli 2025

6 Hal dapat memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan


*Muhammad Idris, Lc.*

https://muslim.or.id/73609-khotbah-jumat-pentingnya-upgrade-iman-di-bulan-ramadan.html

*Khotbah Pertama*

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى

فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Ma’asyiral Muslimin, jemaah masjid yang dimuliakan Allah.

Mengawali khotbah kali ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan para jemaah sekalian agar senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Apalagi di bulan ramadan yang mulia ini.

Harus kita ketahui, keimanan pada hati seorang hamba itu hakikatnya bisa bertambah dan bisa berkurang. Saat seorang hamba melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala, menjalankan perintah Allah Ta’ala, menghidupkan sunah nabi-Nya, serta menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang dan dibenci Allah Ta’ala, maka tentu saja kadar keimanan di hatinya akan bertambah. Sedangkan ketika ia berbuat kemaksiatan, meninggalkan kewajiban, melanggar aturan-aturan Allah, maka tentu saja semua hal itu akan mengurangi kadar keimanan di hatinya.

Salah dan keliru, bila ada yang mengatakan “yang penting isi hatinya” dengan meyakini bahwasanya kemaksiatan tidak akan mengurangi dan mempengaruhi keimanannya. Padahal Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا

_“Dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya).” (QS. Al-Anfal: 2)_

وَيَزْدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِيمَٰنًا

_“Supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS. Al-Mudatstsir: 31)_

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ

_“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” (QS. Al-Fath: 4)_

Di dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ بَابًا فَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَأَرْفَعُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ »

_Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh sekian pintu. Yang paling rendah dari iman adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Yang paling tinggi adalah kalimat laa ilaha illallah.” (HR. Muslim no. 35 dan Tirmidzi no. 2614)_

Karena dinyatakan dalam hadis bahwa iman itu ada yang rendah dan ada yang tinggi, hal ini menunjukkan bahwa iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang.

Ma’asyiral Muslimin, jemaah masjid yang dirahmati Allah Ta’ala.

Kondisi keimanan hamba yang naik dan turun ini bahkan terjadi juga di bulan Ramadan yang mulia ini. Terlebih lagi ketika seorang hamba hanya menjadikan Ramadan sebagai rutinitas tahunan yang perlu ia lalui saja, atau bisa jadi karena Ramadan ini sudah sering ia rasakan akhirnya membuat dirinya merasa bosan dan kosong. Kondisi inilah yang menjadikan keimanannya melemah serta berkurang. Kendornya semangat dalam beramal ini semakin terlihat jelas ketika sudah memasuki pertengahan Ramadan, di mana masjid-masjid mulai sepi dari jemaah salat wajib, Al-Quran mulai jarang dibuka, dan pasar-pasar serta mal-mal mulai penuh dipadati pembeli.

Oleh karenanya, dalam kondisi seperti ini seorang hamba perlu memperhatikan hal-hal yang dapat mengembalikan semangatnya dalam ibadah serta menambah kadar keimanannya kepada Allah Ta’ala.

Jemaah Salat Jumat yang dicintai Allah.

*Berikut ini adalah 6 hal yang insyaAllah akan memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan kita, terutama di bulan Ramadan.*

*Pertama, mengenal lebih dekat Rabb yang kita sembah.*

Hal ini harus kita dahulukan dari yang lain, dan tentunya harus kita lakukan dengan cara yang benar dan sesuai syariat. Oleh karenanya, proses mengenal Allah serta takut kepada-Nya hanya bisa dicapai dengan belajar dan menuntut ilmu. Karena berilmu merupakan kunci dari munculnya rasa takut kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

_“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama.” (QS. Fatir: 28)_

*Kedua, hidup bersama Al-Qur’an.*

Tidak hanya sekedar membaca saja, cobalah sembari menadaburinya dan menghayati maknanya. Karena hal ini merupakan salah satu sifat orang mukmin yang diterangkan oleh Allah Ta’ala,

وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا

_“Dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya.” (QS. Al-Anfal:3)_

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, _“Membaca suatu ayat dengan disertai penghayatan dan pemahaman itu jauh lebih baik dari sekedar mengkhatamkan tanpa disertai penghayatan dan pemahaman, serta lebih bermanfaat untuk hati dan lebih ampuh di dalam menambah keimanan dan merasakan lezatnya Al-Qur’an.”_

*Ketiga, selalu mengingat Allah di setiap keadaan.*

Senantiasa menjadikan lisan kita berzikir kepada Allah Ta’ala, meminta ampun kepada-Nya, bertasbih kepada-Nya di setiap keadaan. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مثل الذي يذكر ربه والذي لا يذكر ربه مثل الحي والميت

_“Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya (berzikir) dengan orang yang tidak mengingat Tuhannya seperti orang yang hidup dengan yang mati.” (HR. Bukhari no. 6407 dan Muslim no. 779)_

*Keempat, menyelesihi hawa nafsu dengan cara mendahulukan apa-apa yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ثلاث من كنَّ فيه وجد حلاوة الإيمان: أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار

_“Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (Yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci jika dilempar ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari no. 16, Muslim no. 43 dan Tirmidzi no. 2624)_

*Kelima, bersemangat di dalam menghadiri majelis ilmu di mana di dalamnya digunakan untuk mengingat Allah Ta’ala.*


Bila belum mampu, maka selektiflah di dalam berteman, pilihlah teman-teman yang saleh, teman yang senantiasa mengingatkanmu akan Allah Ta’ala karena ini merupakan kebiasaan para sahabat. Contoh saja Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika beliau duduk-duduk dengan salah satu sahabatnya, ia akan berkata, _“Duduklah bersama kami untuk (memperbarui) iman walau hanya sebentar.” Sesungguhnya teman itu sebagaimana yang sering dikatakan adalah “penarik”._

Seorang penyair juga pernah berkata,

عن المرء لا تسأل وسل عن قرينه.. فكل قرين بالمقارن يقتدي

_“Tentang seseorang jangan tanya (siapa dia), tetapi tanyalah siapa temannya. Maka setiap teman akan mengikuti orang yang dia temani.”_

*Keenam, dan yang terakhir, bersemangatlah di dalam melakukan ketaatan serta menjauhkan diri dari kemaksiatan serta tidak lupa terus-menerus berdoa dan bergantung kepada Allah Ta’ala.*


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda yang artinya, _“Fitnah akan dihamparkan ke hati seperti tikar dihamparkan sehelai demi sehelai. Hati mana saja yang menyelaminya, maka akan berbekas titik hitam padanya. Dan hati mana saja yang mengingkarinya, maka akan berbekas titik putih. Sehingga keadaan hati menjadi dua bagian. Putih seperti batu yang licin yang tidak terpengaruh oleh fitnah selama ada langit dan bumi, sedangkan hati yang satu lagi hitam berdebu seperti cangkir yang terbalik. (Akibatnya ia) tidak mengenal yang makruf dan tidak mengingkari yang mungkar, selain yang diserap hawa nafsunya.” (HR. Muslim no. 144)_

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga keistikamahan kita di dalam beramal, menjadikan bulan Ramadan kali ini sebagai perbaikan diri kita, bukan hanya untuk bulan Ramadan ini saja, namun berkelanjutan hingga ajal menjemput kita.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

*Khotbah Kedua*

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،

اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

*Penulis: Muhammad Idris, Lc.*

*Artikel: Muslim.or.id*

*Sumber:* https://muslim.or.id/73609-khotbah-jumat-pentingnya-upgrade-iman-di-bulan-ramadan.html

*Copyright © 2025 muslim.or.id*