Al-Qur'an menjelaskan beberapa ciri dan karakteristik orang kafir, yang merupakan individu yang menolak atau tidak percaya kepada Allah dan ajaran-Nya. Berikut adalah beberapa ciri orang kafir yang disebutkan dalam Al-Qur'an:
1. Menolak Keberadaan Allah
1. QS. Ibrāhīm: 10
أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ
“Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?”
Penjelasan:
Ayat ini menegaskan bahwa meragukan atau menolak keberadaan Allah adalah sesuatu yang tidak rasional, karena seluruh alam semesta menjadi bukti nyata adanya Sang Pencipta.
2. QS. Al-Jātsiyah: 24
وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ
“Mereka berkata: Kehidupan ini hanyalah kehidupan dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.”
Penjelasan:
Ayat ini menggambarkan kaum materialis yang menolak keberadaan Allah dan kehidupan akhirat, serta menganggap waktu sebagai satu-satunya penguasa kehidupan.
3. QS. Al-An‘ām: 29
وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
“Mereka berkata: Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan dunia, dan kami tidak akan dibangkitkan.”
Penjelasan:
Penolakan terhadap kebangkitan menunjukkan pengingkaran terhadap kekuasaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur kehidupan.
4. QS. Al-Mu’minūn: 33
وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِلِقَاءِ الْآخِرَةِ…
“Pemuka-pemuka kaumnya yang kafir dan mendustakan pertemuan dengan akhirat…”
Penjelasan:
Mendustakan pertemuan dengan Allah di akhirat merupakan bentuk nyata penolakan terhadap keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.
5. QS. An-Naḥl: 22
إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ فَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ
“Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (kebenaran).”
Allah menggambarkan orang kafir sebagai yang tidak mengakui penciptaan-Nya. Mereka tidak percaya pada kekuasaan dan kebesaran Allah.
2. Mendustakan Kenabian dan Wahyu
Surah Al-Anfal (8:55) menyebutkan:
"Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, mereka tidak beriman."
Orang kafir sering kali menolak ajaran dan wahyu yang dibawa oleh para nabi, serta tidak mengakui kebenaran yang dibawa oleh mereka.
1. QS. Al-Mu’minūn: 44
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا ۖ كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ
“Kemudian Kami utus rasul-rasul Kami silih berganti. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya.”
Penjelasan:
Mendustakan rasul adalah sunnatullah yang terjadi pada umat-umat terdahulu karena kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran.
2. QS. Al-An‘ām: 34
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا
“Sungguh, telah didustakan rasul-rasul sebelum engkau, maka mereka bersabar atas pendustaan dan gangguan yang mereka terima.”
3. Tidak Meyakini Hari Kiamat
Dalam Surah Al-Nazi'at (79:10-11): "Dan adapun orang yang mendustakan dan berpaling, maka Allah akan menghukumnya dengan siksa yang sangat berat."
Mereka tidak percaya akan adanya kehidupan setelah mati dan hari pembalasan.
1. QS. Al-An‘ām: 29
وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
“Mereka berkata: Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan dunia saja, dan kami tidak akan dibangkitkan.”
Penjelasan:
Ayat ini menegaskan bentuk pendustaan hari akhir berupa pengingkaran terhadap kebangkitan setelah mati.
2. QS. Al-Mu’minūn: 37
إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
“Tidak ada kehidupan selain kehidupan dunia; kita mati dan kita hidup, dan kita tidak akan dibangkitkan.”
Penjelasan:
Kaum ini menolak adanya akhirat karena terikat pada logika material dan hawa nafsu duniawi.
3. QS. Al-Jātsiyah: 24
وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ
“…dan tidak ada yang membinasakan kami selain masa.”
Penjelasan:
Mengaitkan kehidupan hanya pada waktu adalah bentuk pengingkaran terhadap Allah dan hari pembalasan.
4. QS. Al-Muṭaffifīn: 10–11
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ
“Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.”
Penjelasan:
Ayat ini secara tegas menyebutkan ancaman bagi mereka yang mendustakan hari akhir.
5. QS. Al-Qiyāmah: 5–6
بَلْ يُرِيدُ الْإِنسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ
“Bahkan manusia hendak terus berbuat dosa. Ia bertanya: ‘Kapankah hari kiamat itu?’”
Penjelasan:
Pertanyaan ini bukan untuk mencari kebenaran, tetapi sebagai bentuk ejekan dan pendustaan terhadap hari kiamat.
4. Menyembah Sesuatu Selain Allah
Surah Al-Baqarah (2:22): "Dialah yang menjadikan bagi kamu bumi itu sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu menghasilkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki bagimu, maka janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui."
Orang kafir sering menyembah berhala atau makhluk lain sebagai tandingan bagi Allah, meskipun mereka tahu bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
1. QS. An-Nisā’: 36
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.”
Penjelasan:
Ayat ini merupakan perintah tauhid yang tegas dan larangan mutlak menyembah selain Allah.
2. QS. Al-Mā’idah: 72
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan Allah, maka Allah haramkan baginya surga.”
Penjelasan:
Syirik adalah dosa terbesar yang menghapus seluruh amal dan menghalangi seseorang dari surga.
3. QS. Yūnus: 18
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ
“Mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat.”
Penjelasan:
Ayat ini membongkar kebatilan sesembahan selain Allah yang sama sekali tidak memiliki kekuasaan.
4. QS. Luqmān: 13
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar.”
Penjelasan:
Syirik disebut sebagai kezaliman terbesar karena menempatkan ibadah bukan pada haknya.
5. Memperolok-olok Agama dan Orang Beriman
Dalam Surah Al-Baqarah (2:14): "Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: 'Kami telah beriman.' Tetapi apabila mereka berada di antara mereka, mereka mengatakan: 'Mengapa Allah menjadikan perumpamaan ini?'"
Mereka sering kali mengejek dan merendahkan agama dan orang-orang beriman.
1. QS. At-Taubah: 65–66
قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu berolok-olok? Janganlah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman.”
Penjelasan:
Ayat ini menegaskan bahwa memperolok Allah, Rasul, dan ajaran agama merupakan perbuatan kufur yang sangat berbahaya.
2. QS. Al-Baqarah: 14–15
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ
“Sesungguhnya kami hanyalah berolok-olok.” Maka Allah membalas olok-olokan mereka.
Penjelasan:
Ayat ini menggambarkan sifat orang munafik yang menjadikan agama sebagai bahan ejekan.
3. QS. Al-An‘ām: 10
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
“Sungguh telah diperolok-olok rasul-rasul sebelum engkau, maka turunlah kepada orang-orang yang mengejek itu azab.”
Penjelasan:
Ayat ini menunjukkan bahwa memperolok agama selalu berujung pada hukuman Allah.
4. QS. Al-Jātsiyah: 9
وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًا
“Apabila dia mengetahui sesuatu dari ayat-ayat Kami, dia menjadikannya bahan olok-olokan.”
Penjelasan:
Menjadikan ayat Allah sebagai bahan candaan adalah tanda kesombongan dan kekafiran hati.
5. QS. Al-Mā’idah: 57
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا
“Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang menjadikan agamamu sebagai ejekan dan permainan sebagai teman setia.”
Penjelasan:
Allah melarang kaum beriman mendekat dan mengikuti orang yang merendahkan agama.
6. Kikir dan Tidak Dermawan
Surah Al-Baqarah (2:267-268): "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian yang baik dari apa yang kamu peroleh..."
Orang kafir cenderung kikir dan tidak bersedia untuk berbagi rezeki mereka.
1. QS. Muḥammad: 38
وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ
“Barang siapa bersifat kikir, maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri.”
Penjelasan:
Kekikiran hakikatnya merugikan diri sendiri, karena menghalangi datangnya keberkahan dari Allah.
2. QS. Āli ‘Imrān: 180
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُم
“Janganlah orang-orang yang kikir mengira bahwa kekikiran itu baik bagi mereka.”
Penjelasan:
Harta yang ditahan akan menjadi sebab penyesalan dan azab di akhirat.
3. QS. An-Nisā’: 37
الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ
“(Yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir.”
Penjelasan:
Kikir yang disertai ajakan kepada orang lain merupakan penyakit sosial yang merusak tatanan umat.
4. QS. Al-Lail: 8–10
وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ
“Adapun orang yang kikir dan merasa cukup serta mendustakan kebaikan, maka Kami mudahkan baginya jalan kesukaran.”
Penjelasan:
Kekikiran menunjukkan lemahnya iman dan menyebabkan hidup semakin sempit.
5. QS. Al-Ḥadīd: 24
الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ
“Orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir.”
Penjelasan:
Kikir lahir dari kesombongan dan rasa tidak butuh kepada Allah.
7. Berbuat Kerusakan di Muka Bumi
Dalam Surah Al-Baqarah (2:11-12): "Dan bila dikatakan kepada mereka: 'Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,' mereka menjawab: 'Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.'"
Mereka sering kali berpura-pura baik, padahal tindakan mereka justru merusak.
1. QS. Al-Baqarah: 11–12
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ
“Apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah berbuat kerusakan di bumi, mereka berkata: Sesungguhnya kami orang-orang yang melakukan perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya.”
Penjelasan:
Kerusakan sering dibungkus dengan alasan kebaikan, padahal hakikatnya merusak tatanan agama dan sosial.
2. QS. Al-A‘rāf: 56
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”
Penjelasan:
Allah menciptakan bumi dalam keadaan seimbang; merusaknya berarti menentang ketetapan-Nya.
3. QS. Al-Qaṣaṣ: 77
وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“Janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Penjelasan:
Segala bentuk kerusakan—moral, sosial, maupun lingkungan—dibenci oleh Allah.
4. QS. Ar-Rūm: 41
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.”
Penjelasan:
Ayat ini menegaskan bahwa bencana dan kerusakan lingkungan merupakan akibat dari perilaku manusia sendiri.
5. QS. Al-Mā’idah: 33
إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا
“Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya serta berbuat kerusakan di bumi…”
Penjelasan:
Kerusakan yang bersifat kriminal dan terorganisir mendapat ancaman hukuman yang sangat berat.
8. Bersikap Angkuh dan Sombong
Surah Al-A'raf (7:146): "Aku akan memalingkan dari tanda-tandaKu orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar."
Orang kafir biasanya menunjukkan sifat sombong dan tidak mau menerima kebenaran.
1. QS. Luqmān: 18
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
“Janganlah engkau memalingkan wajah dari manusia dan jangan berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”
Penjelasan:
Kesombongan tampak dalam sikap dan perilaku, bukan hanya dalam hati.
2. QS. Al-A‘rāf: 36
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا
“Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya…”
Penjelasan:
Kesombongan sering menjadi sebab utama penolakan terhadap kebenaran.
3. QS. Ghāfir: 35
كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
“Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan sewenang-wenang.”
Penjelasan:
Kesombongan yang terus dipelihara dapat menutup hati dari hidayah.
4. QS. An-Naḥl: 23
إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”
Penjelasan:
Ayat ini menegaskan kebencian Allah terhadap sifat sombong, sekecil apa pun bentuknya.
5. QS. Al-Isrā’: 37
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
“Janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong; engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan setinggi gunung.”
Penjelasan:
Ayat ini meruntuhkan kesombongan manusia dengan mengingatkan keterbatasannya.
9. Tidak Menerima Petunjuk Allah
Dalam Surah Al-Mulk (67:10): "Dan jika mereka ditanya: 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Mereka pasti menjawab: 'Allah.' Namun mereka tetap kafir."
Meskipun mereka tahu bahwa Allah adalah pencipta, mereka tetap menolak untuk mengikuti petunjuk-Nya.
10. Ragu dan Bimbang dalam Keputusan
Surah Al-Hajj (22:11): "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah dengan keraguan. Maka jika dia memperoleh kebaikan, dia merasa puas, tetapi jika dia ditimpa sesuatu, dia berpaling ke belakang."
Sikap ragu-ragu dan tidak konsisten dalam keyakinan adalah ciri khas orang kafir.
Dengan memahami ciri-ciri ini, kita dapat lebih waspada terhadap sifat-sifat yang bertentangan dengan iman dan berusaha untuk memperkuat keyakinan kita kepada Allah dan ajaran-Nya.
Sumber:ChatGpt