Minggu, 04 Januari 2026

5 PESAN AHLUSSUNNAHWALJAMAAH

 Ada lima pesan penting yang perlu kita pegang:

Pertama, Tauhid sebagai inti agama. Ahlus Sunnah menegaskan bahwa awal dan akhir agama adalah tauhid. Inilah makna syahadat lā ilāha illallāh, Muhammad rasūlullāh.

Semua nabi diutus dengan risalah ini, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surah Al Anbiya ayat 25:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Nabi Muhammad), melainkan Kami mewahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku.”

Sebagai seorang muslim, kita harus memahami bahwa tauhid bukan hanya sekadar teori, tetapi juga harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Kedua, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Mereka adalah generasi teladan. Ahlus Sunnah berpegang pada Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para sahabat.

Dalam dunia akademis, kita perlu meneladani sikap kritis dan integritas yang ditunjukkan oleh para sahabat dalam mencari kebenaran.

Ketiga, menjaga keseimbangan antara ilmu dan amal. Ilmu adalah cahaya, amal adalah buahnya. Ahlus Sunnah tidak cukup dengan wacana, tetapi menuntut pengamalan nyata dalam ibadah, muamalah, dan akhlak.

Kita sebagai muslim harus mengintegrasikan ilmu yang kita peroleh dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keempat, menjaga persatuan kaum muslimin. Persatuan di atas kebenaran adalah prinsip utama. Perbedaan tidak boleh menjerumuskan kepada perpecahan.

Allah berfirman dalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 103 yang menyerukan kita untuk berpegang teguh pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai berai.

Dalam konteks akademik, kita harus menghargai perbedaan pendapat dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Kelima, mengutamakan keikhlasan dan memperbaiki hati. Ahlus Sunnah menekankan bahwa amal tidak bernilai tanpa ikhlas. Ibn Taimiyyah menyebut: “Awal dan akhir agama adalah ikhlas kepada Allah.”

Dalam setiap langkah kita, niatkanlah untuk mencari ridha Allah, bukan sekadar untuk mencapai gelar atau prestasi.

Kamis, 01 Januari 2026

5 agar beramal merasakan kenikmatan

 Berikut **5 cara agar beramal terasa nikmat (manis) dalam Islam**, **disertai ayat Al-Qur’an dan penjelasan yang komplit**:

 1. **Ikhlas karena Allah semata**

> وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

> *“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”*

> (QS. Al-Bayyinah: 5)


📝 **Penjelasan:**

Ikhlas adalah **kunci utama kenikmatan amal**. Amal yang dilakukan bukan karena pujian, harta, atau manusia akan terasa ringan dan menenangkan. Sebaliknya, riya’ membuat amal terasa berat dan melelahkan karena selalu menunggu pengakuan orang lain.


✨ **Nikmatnya:** hati tenang, tidak kecewa meski tidak dipuji.

 2. **Beramal dengan ilmu**

Ayat:**


> قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

> *“Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”*

> (QS. Az-Zumar: 9)

📝 **Penjelasan:**

Amal yang disertai ilmu membuat seseorang **paham tujuan, tata cara, dan keutamaannya**. Orang yang tahu pahala shalat, sedekah, atau puasa akan merasakan kelezatan batin saat melakukannya.

✨ **Nikmatnya:** amal dilakukan dengan yakin, tidak ragu, dan penuh semangat.

 3. **Mengingat balasan dan pahala dari Allah**

**Ayat:**


> فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

> *“Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).”*

> (QS. Az-Zalzalah: 7)


📝 **Penjelasan:**

Ketika seseorang yakin bahwa **tidak ada amal yang sia-sia**, sekecil apa pun, maka amal akan terasa bernilai dan menyenangkan. Bahkan amal kecil terasa besar di sisi Allah.


✨ **Nikmatnya:** muncul harapan, optimisme, dan semangat beramal.


## 4. **Bersabar dan istiqamah dalam amal**

📖 **Ayat:**

> إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

> *“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”*

> (QS. Al-Baqarah: 153)

📝 **Penjelasan:**

Di awal beramal, terkadang terasa berat. Namun dengan **sabar dan konsisten**, Allah akan memberikan kelezatan iman. Banyak ulama mengatakan: *“Jika hati sudah terbiasa taat, maka maksiat akan terasa pahit.”*

✨ **Nikmatnya:** amal menjadi kebiasaan yang dirindukan.

## 5. **Menghadirkan rasa cinta kepada Allah**

*Ayat:**


> وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ

> *“Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.”*

> (QS. Al-Baqarah: 165)

📝 **Penjelasan:**

Cinta melahirkan kenikmatan. Orang yang mencintai Allah akan **menikmati ketaatan**, sebagaimana seseorang menikmati sesuatu yang dicintainya. Shalat bukan beban, tetapi kebutuhan hati.


✨ **Nikmatnya:** ibadah menjadi sumber kebahagiaan, bukan keterpaksaan.


---


### 🌿 Kesimpulan


Agar amal terasa nikmat:


1. Ikhlas

2. Berilmu

3. Yakin pahala

4. Sabar & istiqamah

5. Cinta kepada Allah


Jika Anda ingin, saya bisa:


* Merangkum versi **singkat untuk ceramah**

* Menyusun **contoh praktis sehari-hari**

* Menambahkan **hadits pendukung**


Tinggal bilang 😊